KISAH NABI SULAIMAN

KISAH NABI SULAIMAN


Dalam aqidah ahlussunnah waljama’ah yang benar, ada 25 orang Rasul yang wajib diimani dan diketahui oleh setiap muslim. Salah satu dari 25 Nabi sekaligus Rasul tersebut adalah Nabi Sulaiman as.
Sebenarnya jumlah Nabi sepanjang hidup umat manusia dalam suatu riwayat berjumlah sekitar 124.000 orang. Jumlah Rasul sendiri adalah 313 orang. Namun dalam aqidah kita, yang wajib kita ketahui hanya 25 orang nabi dan rasul saja.
Selebihnya hanya wajib kita imani (bahwa para nabi dan Rasul tersebut ada) saja, tidak sampai harus diketahui.
Oleh karena itu, mengetahui kisah atau cerita ke-25 Rasul tersebut merupakan suatu keharusan. Dengan mempelajari kisah Nabi Sulaiman as, maka kita sudah menjalankan sebagian keharusan tersebut. Namun, jangan lupa juga membaca kisah rasul yang lain. ðŸ™‚
3 Orang Gugur dan 883 Alami Luka dalam ‘Aksi Kembali ke Palestina’ Jumat Kelima

3 Orang Gugur dan 883 Alami Luka dalam ‘Aksi Kembali ke Palestina’ Jumat Kelima

3 Orang Gugur dan 883 Alami Luka dalam ‘Aksi Kembali ke Palestina’  Jumat Kelima

3 warga Palestina kembali  syahid, dan 883 lainnya terluka pada hari Jumat (27/08/2018) akibat repsefif pasukan Israel, melancarkan tembakan peluru tajam dan gas air mata yang menyebabkan gangguan pernapasan, dalam “Aksi  Kembali ke Palestina Terjajah’ dekat garis perbatasan Utara dan Timur Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina, dikutip Palestine Information Centre (PIC), mengatakan, jumlah korban luka sampai saat ini mencapai 883 orang, termasuk 11 petugas medis dan wartawan, serta 3 orang yang gugur syahid: Abdul Salam Bakar (29) yang terluka di Khanyunis Timur, Gaza Selatan, Muhammad Amun Muqoyad (21) dan satu lagi belum diketahui identitasnya.

Jumlah korban yang gugur akibat tembakan Israel terhadap pawai kepulangan damai sejak 30 Maret mencapai 45 orang.

Menurut Kementerian Kesehatan, sebanyak 883 warga Palestina mengalami luka berbeda, dan gangguan pernapasan akibat menghirup gas air mata.

Di antara korban luka terdapat 147 luka tembak, 129 terkena gas air mata, 58 terkena serpihan senjata, dan 19 terkena peluru karet, sementara lainnya belum diketahui kondisinya.

Dari jumlah tersebut di atas, 8 mengalami luka kritis, 206 luka sedang, dan 243 luka ringan, dan belum diketahui kondisi sisanya.

Dari jumlah luka di atas, terdapat 58 anak-anak dan 29 wanita.

Sementara letak luka, 34 di bagian leher dan kepala, 66 di tubuh bagian atas, 15 di bagian punggung dan dada, 4 di perut dan rusuk, 198 di tubuh bagian bawah dan 10 di bagian lainnya.

PIC melaporkan, ribuan warga dari segenap penjuru Gaza berdatangan hadir ke kawasan Timur untuk berpartisipasi dalam Aksi Jumat Pemuda Revolusi kelanjutan  aksi ‘Kembali ke Palestina yang Terjajah’digelar di Gaza pada 30 Maret lalu.

Aksi yang diikuti ribuan warga  di perbatasan Gaza, menuntut hak kepulangan pengungsi Palestina dan pencabutan blokade Gaza oleh penjajah Israel.

Sejak aksi ini, telah gugur 42 warga, termasuk 3 anak-anak dan 2 wartawan, dan lebih dari 5500 korban luka tembak dan gangguan pernapasan, sekitar 143 luka kritis akibat tindakan represif zionis Israel.*

Anies Baswedan: Umat Islam Hadir untuk Seluruh Bangsa Indonesia

Anies Baswedan: Umat Islam Hadir untuk Seluruh Bangsa Indonesia

Contohnya Resolusi Jihad yang digaungkan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari untuk melawan penjajah. Meskipun diksinya dengan idiom keislaman tapi semangatnya untuk Indonesia.

Anies Baswedan: Umat Islam Hadir untuk Seluruh Bangsa Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Tabligh Akbar "Persatuan Umat untuk Indonesia" di halaman gedung AQL, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (03/02/2018) malam.

Cucu dari pejuang kemerdekaan Indonesia, AR Baswedan, Anies Rasyid Baswedan menyatakan, para pendiri Republik Indonesia tidak pernah menggunakan kata mayoritas dan minoritas di dalam mengatur negara.

Meskipun, terang Anies, mereka sadar bahwa mayoritas masyarakat secara kategori agama adalah umat Islam.

“Karena republik ini tidak didirikan untuk minoritas atau mayoritas, tapi untuk setiap anak bangsa. Republik ini tidak didesain untuk melindungi mayoritas atau minoritas, tapi untuk melindungi setiap anak bangsa,” ujarnya dalam Indonesia Leaders Forum (ILF) di Hotel Bidakara, Jakarta, pekan kemarin (26/04/2018).

Artinya, jelas Gubernur DKI Jakarta ini, tokoh-tokoh yang waktu itu berjuang, yang kebanyakan adalah tokoh Islam, mereka menginginkan negara baru, dimana disana ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Mereka tokoh umat Islam tapi tampil dengan gagasan untuk bangsa. Bahasa yang digunakan adalah keadilan untuk semua dan representasi kebangsaan,” tegasnya.

Anies mencontohkan, Resolusi Jihad yang digaungkan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari untuk melawan penjajah. Meskipun diksinya dengan idiom keislaman tapi semangatnya untuk Indonesia.

“Karenanya umat Islam hadir untuk seluruh bangsa Indonesia. Bukan untuk umat Islam saja,” tandasnya.


ILF merupakan lembaga yang bertujuan melahirkan pemimpin Indonesia yang berkualitas dengan menggelar program talkshow yang menghadirkan para pemimpin-pemimpin Indonesia saat ini.*
Jokower Buat Program Antipolitisasi Masjid

Jokower Buat Program Antipolitisasi Masjid

Jokower Buat Program Antipolitisasi Masjid

 Gerakan Nasional Jutaan Relawan Dukung Joko Widodo atau Jokowi membuat program antipolitisasi masjid. Program itu dilakukan melalui ceramah dan pengajian yang digelar relawan.

“Kami melakukan ceramah soal itu tiap ada pengajian relawan,” ujar koordinator gerakan, Sylver Matutina, di Sarinah, Jakarta Pusat, Ahad (22/04/2018) kutip Tempo.co. Relawan menggagas program ini untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

Para ustadz dan takmir disebut akan berbicara mengenai Islam yang benar. “Bukan Islam yang dipakai untuk tujuan tertentu yang tidak baik.”


Mereka yang melakukan ceramah itu, kata dia, tidak melulu para pendukung Jokowi. “Yang pasti ustadznya nasionalis dan benar-benar paham agama.”

Pengajian relawan juga berupaya menepis berbagai tudingan miring terhadap Jokowi. Misalnya soal Jokowi yang dikaitkan dengan paham komunisme.

Menurutnya Jokowi lahir pada 1961, sedangkan Gerakan 30 September yang sering dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) terjadi pada 1965. Karena itu, menurut dia tidak mungkin Jokowi yang saat itu baru berumur empat tahun masuk PKI. “Maka kami kasih pencerahan bahwa tuduhan itu tidak berdasar.”


Relawan, kata dia, juga berupaya menepis isu Jokowi anti Islam. Menurut dia Jokowi adalah sosok yang sangat Islami. Jokowi, kata dia, sering membantu acara-acara keagamaan dan tidak pernah lepas shalat lima waktu. “Beliau juga jadi sering menjadi imam shalat yang baik.”

Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengkritisi program tersebut.

Dahnil menilai, program Jokower tersebut justru berdampak tidak positif bagi Jokowi.

“Yang model relawan-relawan begini sesungguhnya yang membuat Pak @Jokowi justru dianggap tidak paham Islam dan suasana kebatinan umat Islam. Tengok saja statement relawan berikut, cermin dia tidak paham sama sekali tentang makna ibadah dalam Islam,” ujar Dahnil lewat media sosialnya di Twitter, @Dahnilanzar, Ahad (22/04/2018), menanggapi berita tersebut.*
Jokowi Didesak Segera Cabut Perpres Penggunaan Tenaga Kerja Asing

Jokowi Didesak Segera Cabut Perpres Penggunaan Tenaga Kerja Asing

Ansory menilai Perpres itu sudah menginjak-injak harga diri bangsa.
Jokowi Didesak Segera Cabut Perpres Penggunaan Tenaga Kerja Asing
Presiden Jokowi dalam KTT ke-20 ASEAN-JEPANG di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, 13 November 2017.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ansory Siregar, mendesak Presiden Joko Widodo dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri untuk segera mencabut Perpres No 20 Tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing.

Ansory menilai Perpres itu sudah menginjak-injak harga diri bangsa. Sebab mempermudah tenaga asing bekerja, namun menghambat atau mempersulit tenaga kerja lokal atau Indonesia untuk berkerja.

“Mengakibatkan tumbuhnya pengangguran bak rumput di musim hujan hingga sulit dikendalikan,” ujarnya dalam keterangan persnya yang diterima hidayatullah.com Jakarta, Senin (23/04/2018).

Jika pengangguran tidak bisa dikendalikan, sambungnya, maka akan mengakibatkan terganggunya stabilitas negara dan bangsa.

Ia menuturkan, sekarang ini, sudah mulai beberapa perusahaan besar memecat atau mem-PHK buruh-buruhnya seperti di Freeport dan lain sebagainya.


Ia mengimbau kepada pihak-pihak yang masih peduli dengan buruh Indonesia untuk segera menyuarakan dan menolak Perpres ini.

“Air yang dibendung saja masih ada yang keluar atau bocor, apalagi bendungannya dibobol,” pungkasnya.* Andi
Teroris Papua Sandera dan Perkosa Guru, Pemerintah Diminta Serius Menangani

Teroris Papua Sandera dan Perkosa Guru, Pemerintah Diminta Serius Menangani

Presiden sebaiknya bergegas menunaikan mandat konstitusionalnya menyelesaikan masalah Papua secara komprehensif profesional dalam konteks NKRI.
Teroris Papua Sandera dan Perkosa Guru, Pemerintah Diminta Serius Menangani
Kelompok separatis Papua, OPM

Aksi teror kelompok teroris separatis Papua terhadap warga negara di Papua, dimana terjadi penyanderaan, penganiayaan, dan pemerkosaan terhadap guru kontrak di Kampung Aroanop Tembagapura, Papua, Jumat (13/04/2018), disoroti Komisioner Komnas HAM RI periode 2012-2017, Maneger Nasution.

Pemerintah Indonesia bersama segenap Kementerian dan aparat keamanan maupun pihak-pihak terkait lainnya diminta serius menangani persoalan teror-teror oleh separatis Papua tersebut.

Direktur Pusdikham Uhamka ini mengatakan, pemerintah sebaiknya mempertimbangkan ulang sebutan sebagai Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kepada pelaku.


Melihat pola dan akibat yang ditimbulkannya, sulit untuk membantah bahwa itu dilakukan oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB), ungkapnya.

“Penyebutan KKSB oleh rezim ini, di samping seolah mensimplifikasi persoalan pokok, juga terkesan negara kurang berpihak pada korban serta patut diduga diskriminatif. Hampir bisa dipastikan, sekira peristiwa yang sama terjadi di teritori lain, sebutannya bukan KKSB, tapi KSB, bahkan dilabeli sebagai teroris,” ujar Maneger di Jakarta, Selasa (24/04/2018) kepada hidayatullah.com dalam pernyataannya.

Sebaiknya kata dia, Komnas HAM bergegas menunaikan mandatnya turun lapangan melakukan investigasi terhadap dugaan kuat terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) itu secara profesional, independen, dan berpihak kepada korban serta dalam konteks NKRI.

Ada baiknya, kata Maneger, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga proaktif menunaikan mandatnya turun lapangan melakukan perlindungan terhadap saksi dan korban yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Papua itu secara profesional, independen, dan berpihak kepada korban serta dalam konteks NKRI.

“Sebaiknya Kemendikbud hadir menunaikan mandat konstitusionalnya dengan melindungi hak-hak konstitusional guru yang mengalami kekerasan dan penistaan martabat oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Papua,” tambahnya.

Maneger pun mengapresiasi TNI yang telah berhasil membebaskan guru/sandera dari Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Papua.

“Polri menegakkan hukum kepada siapa pun pelaku Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) itu baik secara pidana maupun sebagai pelanggar HAM secara profesional dan independen,” ujarnya.

Tak lupa, ia menyampaikan, sebaiknya Presiden Joko Widodo mempertimbangkan keputusan politik negara bagi penanganan kasus-kasus KSB di Papua. “Sehingga TNI tidak berada di bawah bayang-bayang pelanggaran HAM ketika berhadapan dengan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) di Papua.”


Presiden sebaiknya bergegas menunaikan mandat konstitusionalnya menyelesaikan masalah Papua secara komprehensif profesional dalam konteks NKRI, pungkasnya.*
Arab Saudi Hadiahkan Bintang Liverpool Mohammad Salah Tanah di Makkah

Arab Saudi Hadiahkan Bintang Liverpool Mohammad Salah Tanah di Makkah

Saudi menilai Salah dan sikapnya yang terpuji,   adalah 'duta besar' yang sangat bagus untuk Islam di Inggris
Arab Saudi Hadiahkan Bintang Liverpool Mohammad Salah Tanah di Makkah
Wakil Wali Kota Makkah Fahd Al-Rowky mengumumkan hari Senin mengabarkan, dirinya berencana memberi hadiah pemain sayap kanan Liverpool, Mohammad Salah sebidang tanah di Makkah, sebagai bentuk ucapan selamat telah memenangkan penghargaan “Premier League Player of the Year“, dengan mencetak 41 gol dan sebagai Pemain Terbaik PFA 2017/2018, di musim pertamanya bersama Liverpool, tulis harian online Saudi Sabq.

Al-Rowky mengatakan pada Sabq bahwa beberapa pilihan bagaimana bentuk hadiah itu sedang dipertimbangkan.

“Ada beberapa pilihan terkait pemberian tanah ini. Yang akan ditentukan sendiri oleh kapten Mohammad Salah serta sistem administrasi Saudi. Jika sistem Saudi memperbolehkan tanah dimiliki oleh Salah, dia akan diberikan sebidang tanah di Makkah di luar wilayah Haram. Pilihan lain Mo Salah akan dibuatkan sebuah masjid di tanah dengan namanya.”

Dia juga menambahkan pilihan ketiga yaitu menjual sebidang tanah itu dan memberikan uangnya pada Salah, jika dia meminta begitu.

Baca: Pendukung Liverpool akan ‘Jadi Muslim’ jika Mohamed Salah Cetak Gol

Al-Rowky menambahkan bahwa dia menganjurkan pemberian tanah pada Salah ini untuk menunjukkan dukungannya pada pemuda dengan potensial dan sebagai salah satu yang seharusnya diidolakan.

Rowky mengatakan, hadiah ini  sebuah apresiasi Saudi untuk Salah dan sikapnya yang terpuji,  dan menganggap Mohammad Salah adalah duta besar yang sangat bagus untuk Islam di Inggris.

“Langkah itu akan menunjukkan dukungan terhadap orang-orang muda yang berpotensi besar,” kata Fahd Al-Rowky.

Sebelumnya, pemain depan Mesir dan Liverpool itu dimahkotai penghargaan Premier League Player of the Year oleh Asosiasi Sepakbola Profesional (FPA) pada Senin setelah debut yang spektakuler dengan mencetak 41 gol.

Salah berhasil mengumpulkan suara terbanyak dan yang diikuti De Bruyne di posisi kedua. Sementara striker timnas Inggris yang baru saja mengklaim gol milik Christian Eriksen berada di posisi ketiga.

Baca: Satu Juta Warga Mesir Abstain dalam Pemilu, Pilih ‘Mohamed Salah

Meskipun begitu, Salah telah menarik hati dunia karena sikap dan tindakan dermawannya, selain kemampuan sepakbolanya. Dunia tidak pernah berhenti menunjukkan kecintaan mereka pada pemain kelahiran Nagrig, Gharbia, Mesir, 15 Juni 1992 itu.

Sebuah restauran Falafel di Liverpool mengumumkan mereka akan memberikan makanan gratis setiap Salah mencetak gol dan bulan Ramadhan dan bakal menghiasi tempatnya dengan lentera-lentera berbentuk/bergambar Mo Salah, begitu panggilan akrab Salah.

Salah juga telah menjadi duta Islam dengan membuat fans Liverpoolnya bernyanyi, “dan jika dia cukup baik untukmu Saya akan ikut menjadi Muslim.”

Negara-negara Teluk seringkali menggunakan tanah sebagai hadiah bagi para pesepakbola yang memiliki sikap terpuji.

Pada Januari, Sultan Qaboos bin Said, pemimpin Oman, menghadiahi tim sepak bola nasionalnya dengan uang dan beberapa bidang tanah sebagai apresiasi karena memenangkan Piala Arab Teluk di Kuwait.*/Nashirul Haq AR